loader
Foto

Polkesdo Gelar Wisuda ke-XXVI dan Angkat Sumpah Janji

Selasa (8/12) Wisuda ke-XXVI dan Angkat Sumpah Janji lulusan program profesi, program sarjana terapan, Diploma Tiga reguler dan program Diploma Tiga kelas rekognisi pembelajaran lampau (RPL) gelombang ke-2 tahun akademik 2019-2020, Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado yang mengadaptasi konsep daring untuk kali pertama itu mengukuhkan 67 wisudawan. Yakni, program pendidikan profesi ners 28 peserta, program sarjana terapan tiga peserta, program D3 reguler empat peserta, dan program D3 RPL 33 peserta.

Perwakilan mahasiswa tiap jurusan diundang untuk mengikuti upacara wisuda dan angkat sumpah secara langsung di kantor pusat Poltekkes Kemenkes Manado, dan sebagian lagi mengikuti upacara wisuda dengan metode daring, Selasa (8/12) kemarin.

Terlihat didalam layar, orang tua wisudawan dan wisudawati mengatasnama Direktur Poltekkes Kemenkes Manado memindahkan tali toga sebagai tanda kelulusan mereka.

Usai pengambilan sumpah janji wisudawan secara daring, Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI Dr dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS, menuturkan para wisudawan perlu memahami bahwa proses wisuda itu bukan merupakan akhir dari perjalanan karir, yang harus dipikirkan sesudah ini adalah harus menjalani proses-proses lanjutan seperti proses registrasi ijin sebagai tenaga kesehatan. “Selain itu penting juga dipahami bahwa dengan menjadi tenaga kesehatan berarti kalian berkomitmen untuk mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan karena tugas itu adalah tugas yang mulia yang tujuannya adalah untuk pencapaian derajat kesehatan yang lebih baik,” tambahnya.

Dirinya berpesan agar para wisudawan senantiasa bersikap profesional dan bekerja sesuai dengan kewenangan yang dilandasi oleh etika profesi dan dapat menerapkan pelayanan kesehatan yang berkolaborasi antar profesi.

Pihaknya juga mengajak agar para lulusan bukan cuman bekerja di Manado saja tapi akan lebih bagus kalau bekerja diluar misalnya di Sangihe, Talaud bahkan bekerja diluar negeri, atau sudah mau bekerja secara global karena masyarakat ekonomi ASEAN sudah di depan.

“Kemudian disituasi pandemi Covid-19 saat ini para lulusan kiranya berpartisipasi sebagai relawan untuk penanganan Covid-19 baik di daerah Sulut atau di Nusantara Sehat. Dan menyikapi kasus Covid-19 di Manado mari kita ikut berkontribusi melakukan protokol kesehatan karena peran masyarakat sangat-sangat penting,” tuturnya.

Selanjutnya Poltekkes Manado harus terus mengembangkan kemajuan buatlah rencana kedepan seperti apa, teruslah meningkatkan penjaminan mutu internal, melakukan evaluasi proses belajar mengajar, terus menciptakan atmosfir akademik yang kondusif, melakukan inovasi dan terobosan sehingga kedepan Poltekkes Kemenkes Manado bisa menjadi salah satu perguruan tinggi yang diakui dunia. “Dan para dosen harus mengembangkan diri bagaimana mengajar. Kemudian rencanakan Poltekkes Kemenkes Manado untuk tahap berikut menjadi Institut Teknologi Kesehatan,” pesan dr Maxi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut yang diwakili kepala bidang pelayanan kesehatan dr Lidya Tulus MKes, mengatakan wisuda saat ini terasa sangat istimewa tentu karena diadakan di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ini akan menjadi kenangan bagi semua lulusan didalam menjalani tugas dimasa depan. Wisuda ini juga merupakan hal yang penting untuk menjadi dukungan pada ketersediaan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sedang kita hadapi bersama saat ini.

“Anda semua telah membuktikan bahwa di tengah pandemi Covid-19 di tengah situasi yang kita hadapi bersama yang masih menjadi tantangan saat ini, kalian bisa menyelesaikan pendidikan tentu banyak perjuangan dan pengorbanan dan dukungan dari keluarga itu juga merupakan perjuangan dan pengorbanan bersama yang diharapkan menjadi motivasi bagi semua wisudawan-wisudawati sehingga ketika menempuh tugas pekerjaan di bidang pelayanan kesehatan dapat menjalankan tugas pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dalam pandangannya, lulusan profesi ners, sarjana terapan dan D3 kesehatan sangat mempunyai prospek yang cerah dan dibutuhkan keberadaannya bukan cuma di lokal yakni di Sulut tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan secara global bisa bersaing dengan tenaga kesehatan asing. Dalam hal ini tentu semua yang sudah dipelajari selama menuntut ilmu di Poltekkes Kemenkes Manado ini menjadi modal yang kuat bagi semua lulusan sehingga pada akhirnya ketika menempuh tugas pekerjaan di pelayanan kesehatan di semua fasilitas kesehatan maupun di institusi pendidikan kesehatan di manapun nanti akan ditempatkan tentu semua itu akan bisa dilaksanakan dengan segala baik sesuai dengan sumpah dan janji yang sudah diucapkan.

Dirinya juga menuturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan Poltekkes Kemenkes Manado. “Atas pengabdian, kesabaran dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan dalam mendidik dan mengajar para mahasiswa sehingga dapat menghasilkan sumber daya kesehatan yang sangat dibutuhkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19. Selain itu juga, Poltekkes Kemenkes Manado sangat membantu Dinkes Provinsi Sulut melalui memberikan dukungan dengan tenaga-tenaga kesehatan maupun para mahasiswa yang sambil menempuh pendidikan berusaha juga mengambil peran dalam berbagai hal yang bisa dikerjakan dalam gugus tugas penaggulangan Covid-19,” kuncinya. 


Berita disadur dari sumber.

foto
Author: red