Poltekkes Kemenkes Manado Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola, Reviu Renstra, Dan RSB 2025–2029

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Manado menyelenggarakan Workshop Penguatan Tata Kelola, Reviu Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Strategi Bisnis (RSB) 2025–2029, bertempat di lingkungan kampus Poltekkes Manado pada hari ini. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi institusi dalam memperkuat arah kebijakan, meningkatkan kualitas tata kelola, dan menyelaraskan rencana strategis lembaga dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan tenaga kesehatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur Poltekkes Kemenkes Manado, Sandra G. J. Tombokan, S.SiT., S.Pd., M.Kes., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memastikan setiap unit kerja memahami arah pembangunan lembaga untuk lima tahun ke depan.
Beliau menyampaikan bahwa penyusunan Renstra dan RSB bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Workshop ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi bagi kita semua. Melalui kegiatan ini, kita dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap langkah perencanaan didasarkan pada data, kebutuhan, dan tantangan nyata yang dihadapi lembaga,” ujar Sandra Tombokan dalam sambutannya.

Turut hadir sebagai narasumber utama Albertus Yudha Poerwadi, SE., M.Si., CA., CPM, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Dalam paparannya, beliau menyampaikan sejumlah informasi penting terkait kebijakan dan praktik tata kelola yang diterapkan di lingkungan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, termasuk langkah-langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan sumber daya manusia kesehatan secara nasional.

Albertus Yudha juga memberikan penekanan pada pentingnya integrasi perencanaan di tingkat Poltekkes dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan, agar lembaga pendidikan tenaga kesehatan mampu menjawab kebutuhan SDM kesehatan yang kompeten, merata, dan sesuai dengan tuntutan sistem kesehatan nasional.
Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana beberapa pegawai Poltekkes Manado menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagai uneg-uneg terkait implementasi kebijakan dan tantangan tata kelola di tingkat institusi.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Manado berharap dapat memperkuat sinergi dan komunikasi dengan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, serta menyusun Renstra dan RSB 2025–2029 yang lebih terarah, realistis, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta pelayanan kesehatan masyarakat.
Workshop ini juga menjadi langkah awal menuju tata kelola yang adaptif dan akuntabel, sejalan dengan semangat transformasi pendidikan dan kesehatan yang tengah digalakkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.