Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Politeknik Kesehatan Kemenkes
Manado, Kota Manado memenuhi
syarat peringkat AKREDITASI B
Manado, 15 Desember 2025 — Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado (Poltekkes Kemenkes Manado) pada Senin (15/12). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Kementerian Kesehatan dalam menyerap aspirasi sivitas akademika serta meninjau langsung layanan dan pengelolaan institusi pendidikan kesehatan.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Manado. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan, sekaligus meninjau peran klinik sebagai wahana praktik dan pembelajaran bagi mahasiswa.
Selanjutnya, Wakil Menteri Kesehatan menuju Bunaken Room di Gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Manado untuk melakukan dialog bersama pegawai, dosen, dan mahasiswa. Dialog berlangsung secara terbuka dan interaktif, membahas berbagai isu strategis yang dihadapi tenaga pendidik maupun lulusan pendidikan vokasi kesehatan.
Dalam sesi dialog, sejumlah dosen menyampaikan kendala dalam proses kenaikan pangkat, khususnya yang berkaitan dengan persyaratan manajemen sosial dan kultural (mansoskul). Para dosen menilai bahwa kebijakan tersebut masih menimbulkan tantangan dalam implementasi di lapangan, sehingga memerlukan kejelasan regulasi dan pendampingan yang lebih intensif.
Selain itu, mahasiswa turut menyampaikan aspirasi terkait peluang kerja setelah lulus, terutama bagi mahasiswa dari Program Studi Gizi dan Kesehatan Lingkungan. Beberapa mahasiswa menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan tenaga kerja di Badan Gizi Nasional dengan kondisi penyerapan lulusan, di mana di satu sisi Badan Gizi Nasional membutuhkan banyak tenaga ahli gizi dan tenaga kesehatan lingkungan, namun di sisi lain lulusan dari Poltekkes masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan di sektor tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa masukan dari dosen dan mahasiswa menjadi perhatian penting bagi Kementerian Kesehatan. Ia menegaskan perlunya sinkronisasi kebijakan antara institusi pendidikan, kebutuhan tenaga kesehatan nasional, serta lembaga pengguna lulusan, agar kompetensi yang dihasilkan dapat terserap secara optimal di dunia kerja.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Kemenkes Manado, sekaligus menjadi langkah awal dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dosen dan mahasiswa di lingkungan pendidikan kesehatan.